January 1, 2023
Disclaimer: Artikel ini ditujukan sebagai representasi pengetahuan dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak yang bersangkutan.
Bilamana Anda seorang pegulat ilmu komputer yang berkecimpung pun mendayung-dayung ke sana dan ke mari di media sosial Facebook, saya yakin setidaknya Anda pernah sesekali bersua dengan posting-posting persuasif perihal teknologi open-source yang jikalau Anda baca, cermati, dan telaah kembali, posting tersebut cenderung badly-written dan impulsif.
Tatkala momen itu datang, barangkali Anda menyisihkan waktu untuk membaca semuanya secara runtut dari atas sampai bawah, mungkin pula langsung terjun ke kolom komentar lalu mulai membaca pendapat orang lain, atau bahkan akhirnya tak acuh dengan hal itu. Kendati demikian, posting dengan tipe yang sama tak berselang lama Anda temui kembali, hal itu membuat pikiran Anda terhenti sejenak lalu melirik ke bagian atas untuk mencari tahu siapakah nama dari si penulis. DUAR! keluar nama Anton Wibowo sang Lord Sifo.
Bukan orang terkenal pastinya. Ya, memang. Ketika Anda mengetik nama tersebut di mesin pencari, sosok yang penulis maksud tentu tak langsung saja mencuat dan mengungguli para \”Anton Wibowo\” lainnya. Then, who is he? Bagaimana sosoknya masih tertimbun para Anton Wibowo yang lain?
Yang bisa saya jamin, dia adalah seorang pengguna OS Jendela karena keperluan kerja.
Hell! Who exactly is he?
Mustahil rasanya apabila Anda tidak mengetahui siapa dirinya sementara Anda sendiri bergabung dengan grup Linux Indonesia atau Informatika Non-FLOSSposting. Yah, intinya Anton Wibowo adalah seorang pegiat FLOSS (Free/Libre and Open Source Software) yang \”berdakwah\” melalui media sosial terkhususnya Facebook. Menjuluki dirinya sendiri sebagai \”Sifo\”, ia terkenal melalui \”dakwahnya\” yang kerap mencecar software non-FLOSS seperti Windows, Tiktok, Whatsapp, dll dengan label tidak aman karena melacak kegiatan penggunanya (a.k.a \”spy2\”). Selain itu, ia gencar mempromosikan AV LINUX MX EDITION yang dikatanya segarang singa busetdah.
Melalui dua posting Facebook di atas, mudah saja ditelaah bahwa sang Sifo memiliki gaya ketikan kurang terstruktur dengan kombinasi emoji smile yang diletakan di akhir line dan dapat dibilang itu semua mencerminkan kepribadiannya yang jarang terlibat diskusi ringan ataupun memberikan alasan yang valid perihal \”spy2\” dan mengapa orang-orang harus bermigrasi ke operating system Linux.
Tidak jelas. Netizen kerap menjulukinya sebagai sales Linux, tetapi kenyataannya ia bukan. Pertama Linux distro mana pun tidak mungkin menggunakan jasa endorse dan yang kedua ia sendiri membuka donasi.
Pada akhirnya sulit untuk memecahkan misteri mengapa Anton Wibowo ini begitu gencar mempromosikan FLOSS khususnya AV Linux. Mungkin dirinya hanya gabut? Apakah software non-FLOSS memang seberbahaya itu sehingga ia harus turun tangan untuk memperingatkan kita semua? Ataukah dia ini seorang penjelajah waktu dari masa depan pada garis waktu di mana AI non-FLOSS menguasai dunia? Entahlah, tetapi valid rasanya kalau dikata Anton Wibowo adalah seorang maniak FLOSS.
Kebanyakan anggota grup Facebook sudah terbiasa dan memilih untuk angkat tangan terhadap hal-hal yang coba Anton Wibowo bawakan. Namun, banyak juga yang memberinya tanggapan positif karena beberapa postingnya yang cenderung informatif.