Connolly dan Begg (2010) mengatakan bahwa basis data adalah kumpulan data yang terbagi dan terhubung secara logikal dan deskripsi dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi.
Komponen Basis Data
Secara umum komponen basis data terdiri dari hal-hal berikut:
- Hardware, sebagai pendukung operasi pengolahan data seperti CPU, memori, disk, terminal, dan sebagainya.
- Software sistem operasi, (Windows, Linux, Unix, dan sistem operasi lainnya).
- Software pengelola basis data (DBMS), seperti MS-Access, SQL, Oracle, mysql, DB2, informix, sybase, postgree, IBM, AS400, dan sejenisnya.
- Basis data (semua data yang diperlukan, dipelihara, dikelola oleh sistem Basis Data).
- Pemakai atau pengguna basis data (user).
Peran Basis Data
Basis data penting dalam pengolahan data dalam menggunakan komputer karena beberapa alasan, yaitu
- sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi;
- menentukan kualitas informasi yang cepat, akurat, relevan sehingga informasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.\’
Penyusunan suatu database digunakan untuk mengatasi masalah- masalah pada penyusunan data. Manfaat yang diperoleh dari penyusunan database, yaitu sebagai berikut:
- Mengatasi kerangkapan (redundancy) data. Penyimpanan data yang sama pada beberapa tempat selain bisa meyulitkan pemakai tentang aktualisasi data juga memboroskan tempat penyimpanan, maka basis data akan mendeteksi dan menghindari jika terjadi kerangkapan data.
- Menghindari terjadinya inkonsistensi data. Akibat lain jika terjadi kerangkapan data maka jika terjadi perubahan pada data yang satu sedangkan yang lain tidak diubah akan terjadi ketidakkonsistenan data. Untuk itu, database akan menyesuaikan terhadap data yang sama apabila terjadi perubahan, jika semua data akan selalu terupdate.
- Mengatasi kesulitan dalam mengakses data. Memudahkan jika suatu saat akan diambil atau dicetak data yang memiliki kriteria tertentu, misalnya pada tanggal tertentu, alamat tertentu, jumlah tertentu, dan sebagainya.
- Menyusun format yang standar dari sebuah data. Data yang sama atau berbeda pada file harus memiliki format data berupa tipe dan jangkauannya harus sama. Ketidaksamaan format data akan mengakibatkan sulit atau tidak bisanya pengaksesan data yang lain.
- Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
- Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security). Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
- Menyusun integritas dan independensi data. Basis data merupakan data kompleks yang bisa diintegrasikan sehingga kita bisa
Lingkungan Basis Data
Lingkungan basis data adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memoditikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih data lam lingkungan basis data, pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakse data, baik secara tisik maupun logis (Koh, 2005, dalam Janner Simarmata & Imam Paryudi 2006).
Bahasa untuk Basis Data
Terdapat dua jenis bahasa komputer yang digunakan saat kita ingi membangun dan memanipulasi sebuah basis data, yaitu sebagai berikut:
- Data Definition Language (DDL). Contohnya, perintah CREATE, ALTER, DROP, dan RENAME.
- Data Manipulation Language (DML). Contohnya adalah perintah SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE.
Fungsi Abstraksi Data
Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi data. Hal ini bertujuan untuk menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan basis data dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer, dan administratornya. Karena tidak semua pengguna basis data terlatih dengan baik dan penggunanya terbagi dalam berbagai tingkatan maka kompleksitas basis data akan tersembunyi dari para pengguna melalui beberapa level abstraksi data. Ketika memandang basis data, pemakai dapat dikelompokkan menjadi 3 tingkatan (level) yaitu sebagai berikut:
- Level Fisik (physical view/internal view): Merupakan tingkatan terendah dalam abstraksi data yang menunjukkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya. Level ini merupakan bentuk paling kompleks, di mana struktur data level terendah digambarkan pada level ini.
- Level Konseptual: Merupakan level yang menggambarkan data apa yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data, beserta relasi yang terjadi antara data. Level ini menggambarkan keseluruhan database, di mana administrator basis data (DBA) membangun dan mengolah basis data, sedangkan pemakai tidak mempedulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi. Contohnya, pengguna akan mengetahui bahwa penjualan disimpan di dalam tabel barar tabel barang, produksi, keuangan, dan marketing.
- Level Pandangan Pemakai: Merupakan level dengan tingkatan tertinggi, yang menggambarkan hanya satu bagian dari keseluruhan database. Beberapa pengguna basis data tidak membutuhkan semua isi basis data, misalkan bagian personalia hanya membutuhkan data file karyawan dan gaji, tidak membutuhkan data file gudang, transaksi barang masuk.
Level abstraksi data tersebut bisa memberikan gambaran atau pandangan mengenai arsitektur Database Management System (DBMS) yang akan menambah pengertian mengenai independensi data.
Independensi data dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:
- Physical Data Independence atau kemampuan untuk mengubah pola fisik database tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level fisik biasanya pada saat meningkatkan daya guna.
- Logical Data Independence yang merupakan kumpulan konsep yang dapat digunakan untuk menggambar struktur data. Struktur basis data meliputi tipe data, hubungan, dan beberapa syarat yang harus dipenuhi basis data.
Materi diambil dari Buku \”Teknik Penulisan Tugas Akhir dan Skripsi Pemrograman\” oleh Uus Rusmawan.
Referensi lain yang bisa dipertimbangkan untuk dibaca:
Klik untuk materi-materi informatika lain