May 2, 2023
Apa saja layanan penyimpanan data di Google Cloud? Sebelum menjawab pertanyaan itu kita perlu tahu dulu mengenai apa itu Google Cloud.
Google Cloud atau Google Cloud Platform (GCP) merupakan serangkaian layanan cloud computing yang berjalan di atas server Google, seperti Gmail, YouTube, Google Drive, dan lain sebagainya. Selain menawarkan berbagai layanan IaaS (Infrastructure as a Service) seperti Compute Engine dan Google Kubernetes Engine, Google Cloud juga menyediakan berbagai layanan penyimpanan data baik itu berupa data terstruktur, semi terstruktur, tidak terstruktur, yang transaksional, ataupun relasional. Macam-macam layanan penyimpanan data di Google Cloud antara lain, yaitu:
Cloud Storage adalah layanan penyimpanan data tak terstruktur yang digunakan untuk menyimpan berkas seperti gambar, audio, video, dokumen, dan lain sebagainya. Pada konteks ini, berkas-berkas tersebut disebut sebagai \”object\”. Untuk menyimpan object, kita sebagai pengguna harus terlebih dahulu membuat \”bucket\” dengan nama yang unik secara global yang nantinya digunakan untuk menyimpan berbagai object.
Di Cloud Storage sendiri ada beberapa storage class yang membagi tipe bucket berdasarkan keperluan akses dan availability dari object dalam bucket itu sendiri. Beberapa storage class yaitu:
Perlu digaris bawahi bahwa semakin sering data tersebut diakses maka biaya yang dikeluarkan pun akan tinggi pula. Jadi, biaya untuk standard class adalah yang paling mahal sedangkan Archive class adalah yang paling murah.
Cloud Storage dapat diakses melalui cli menggunakan command gsutil.
Cloud SQL adalah layanan database relasional terkelola yang disediakan oleh Google Cloud untuk mengelola berbagai jenis database engine seperti MySQL, PostgreSQL, dan SQL Server. Dengan menggunakan Cloud SQL, pengguna Google Cloud tidak perlu lagi memusingkan infrastruktur dan manajemen database engine karena semua itu sudah ditangani langsung oleh Cloud SQL. Dalam penerapannya, database Cloud SQL disimpan menggunakan persistent disk yang berada di virtual machine yang sudah terpasang perangkat lunak untuk mengoperasikan database engine serta container untuk melakukan monitoring dan logging. Sistem penerapan tersebut yang disebut sebagai SQL Cloud Instance.
Cloud Spanner adalah layanan database relasional yang memiliki kemampuan untuk melakukan horizontal scaling (kemampuan untuk menyesuaikan kapasitas dengan cara menambah dan mengurangi jumlah server). Hal itulah yang membedakan Cloud Spanner dengan Cloud SQL, selain itu Cloud Spanner disimpan secara regional atau multi-regional yang nantinya akan direplikasi pada masing-masing zone. Cloud Spanner diperuntukkan untuk instansi yang membutuhkan penyimpanan relasional terstruktur untuk menangani beban kerja yang tinggi seperti permintaan query yang bertubi-tubi. Berbeda lagi dengan Cloud SQL, Cloud Spanner hanya mendukung Google Standard SQL dan PostgreSQL.
Cloud BigQuery adalah layanan database rasional yang dirancang sebagai layanan analisis data. Cloud BigQuery menawarkan gudang data berbasis SQL yang dalam penggunaannya tidak perlu mengatur infrastruktur alias severless. Berbeda dengan pengelolaan database rasional SQL lainnya, alih-alih menggunakan row-oriented database seperti pada umumnya, Cloud BigQuery menggunakan column-oriented database. Hal ini mendukung proses query analisis data seperti scanning dan filtering hingga terabyte dalam hitungan detik.
Firestore adalah layanan database nonrelasional atau juga bisa disebut NoSQL yang diperuntukkan untuk menyimpan data dalam bentuk dokumen (biasanya JSON). Firestore merupakan salah satu layanan severless di mana pengguna tidak perlu mengatur infrastruktur seperti virtual machine dan lain sebagainya untuk menggunakan layaanan ini. Dalam Firestore, setiap dokumen berisikan data-data yang tersimpan berdasarkan pasangan key-value. Kumpulan dokumen-dokumen nantinya akan membentuk sebuah subcollection yang disimpan dalam sebuah collection.
Cloud Bigtable adalah layanan database nonrelasion (NoSQL) yang diperuntukkan untuk menyimpan data pada aplikasi yang membutuhkan throughput dan scalability yang tinggi seperti financial, time series, IoT, dan grafik. Namun, berbeda dengan Firestore yang menyimpan data key-value-nya dalam bentuk dokumen, Cloud Bigtable menyimpan data dalam bentuk wide-coloum database yang penyimpanannya dapat mencapai terabyte bahkan petabyte. Selain itu, Cloud Bigtable memiliki sakabilitas yang tinggi dan latensi yang rendah.
Berbeda dengan layanan-layanan yang telah dijelaskan sebelumnya, bisa dibilang persistent disk \”numpang\” pada virtual machine instance pada beberapa layanan seperti Compute Engine dan Google Kubernetes Engine. Persistent disk dapat menyimpan berbagai jenis data dikarenakan ia bertindak seperti ssd dan hdd pada data fisik. Namun, hal yang membedakan dan membuat persistent disk berbeda dari ssd lokal yang ada di setiap virtual machine adalah kemampuannya yang dapat melepaskan diri dari satu virtual machine untuk kemudian dipasangkan ke virtual machine lain. Hal ini dapat terjadi dikarenakan persistent disk terpisah dari virtual machine yang ia tumpangi.