February 12, 2023
Model Waterfall merupakan salah satu metode pengembangan sistem informasi yang bersifat sistematis dan sekuensial (berurutan), artinya setiap tahapan dalam metode ini dilakukan secara berurutan dan berkelanjutan.
Menurut Rizky (2011:61), model Waterfall sebagai salah satu teori dasar dan seakan wajib dipelajari dalam konteks siklus hidup perangkat lunak. Model Waterfall juga merupakan sebuah siklus hidup yang terdiri dari mulai fase hidup perangkat lunak sebelum terjadi hingga pascaproduksi. Model Waterfall memiliki definisi sendiri bahwa sebuah siklus hidup perangkat lunak memiliki sebuah proses yang linear dan sekuensial.
Pengembangan sistem dengan model Waterfall memiliki enam tahapan, yakni sebagai berikut:
Perancang sistem sangat diperlukan, karena perangkat lunak biasanya merupakan bagian dari suatu sistem yang lebih besar. Pembuatan sebuah perangkat lunak dapat dimulai dengan melihat dan mencari apa yang dibutuhkan oleh sistem. Dari kebutuhan sistem tersebut akan diterapkan ke dalam perangkat lunak yang dibuat.
Merupakan proses pengumpulan kebutuhan perangkat lunak. Untuk memahami dasar dari program yang akan dibuat, seorang analisis harus mengetahui ruang lingkup informasi, fungsi-fungsi yang dibutuhkan, kemampuan kinerja yang ingin dihasilkan dan perancangan antarmuka pemakai perangkat lunak tersebut.
Perancangan perangkat lunak merupakan proses bertahap yang memfokuskan pada empat bagian penting, yaitu struktur data, arsitektur perangkat lunak, detail produk, dan karakteristik antarmuka pemakai.
Pengodean perangkat lunak merupakan proses penulisan bahasa program agar perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh mesin.
Proses ini akan menguji kode program yang telah dibuat dengan memfokuskan pada bagian dalam perangkat lunak. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua pernyataan telah diuji dan memastikan juga bahwa input yang digunakan akan menghasilkan output yang sesuai. Pada tahap ini pengujian dibagi menjadi dua bagian, pengujian internal dan pengujian eksternal. Pengujian internal bertujuan menggambarkan bahwa semua statement sudah dilakukan pengujian, sedangkan pengujian eksternal bertujuan untuk menemukan kesalahan serta memastikan output yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
Proses ini dilakukan setelah perangkat lunak telah digunakan oleh pemakai atau konsumen. Perubahan akan dilakukan jika terdapat kesalahan, oleh karena itu perangkat lunak harus disesuaikan lagi untuk menampung perubahan kebutuhan yang diinginkan konsumen.
Menurut Saputra (2012: 50), \”Pengembangan atau rekayasa sistem informasi (system development) dan atau perangkat lunak (software engineering) dapat berarti menyusun sistem atau perangkat lunak yang benar-benar baru atau yang lebih sering terjadi menyempurnakan yang telah ada sebelumnya.\”
Menurut Ladjamudin dalam Mantala (2015: 57), \”Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.\”
Menurut Jogiyanto Hartono Mustakini dalam Rasdiana (2015: 37), \”Pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.\”
Daftar Pustaka: Rusmawan, Uus. 2019. Teknik Penulisan Tugas Akhir dan Skripsi Pemrograman. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Baca juga: