Sistem Kritis. Kegagalan pada kebanyakan sistem yang dikontrol oleh perangkat lunak ketidaknyamanan, tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang serius dan berjangka panjang. Akan tetapi, ada beberapa kasus di mana kegagalan pada sistem yang dikontrol oleh perangkat lunak dapat mengakibatkan kerugian yang besar, kerusakan fisik, atau mengancam hidup manusia. Sistem ini biasnya disebut sistem kritis. Dependabilitas merupakan atribut yang penting pada sistem kritis dan semua aspek dependabilitas (ketersediaan, keandalan, keselamatan, dan keamanan) bisa menjadi sangat penting. Pencapaian dependabilitas pada tingkat tinggi biasanya merupakan persyaratan yang paling penting untuk sistem kritis.
Tipe Utama Sistem Kritis
- Sistem kritis (dalam hal) keselamatan. Sistem yang kegagalannya dapat mengakibatkan cedera, kematian, atau kerusakan lingkungan yang berat. Contoh sistem kritis dalam hal keselamatan adalah sistem kendali untuk pabrik kimia.
- Sistem kritis (dalam hal) misi. Sistem yang kegagalannya dapat mengakibatkan kegagalan pada suatu kegiatan yang diarahkan pada suatu tujuan. Contoh sistem kritis dalam hal misi adalah sistem navigasi pesawat udara.
- Sistem kritis (dalam hal) bisnis. Sistem yang kegagalannya dapat mengakibatkan kegagalan pada bisnis yang menggunakan sistem tersebut. Contoh sistem kritis adalah hal bisnis adalah sistem rekening nasabah pada sebuah bank.
Biaya kegagalan sistem kritis seringkali sangat tinggi. Biaya ini meliputi biaya kegagalan langsung yang mungkin menyebabkan sistem harus diganti dengan biaya tidak langsung seperti biaya proses pengadilan dan kerugian bisnis yang dapat terjadi jika sistem tidak tersedia. Biaya kegaglan yang mungkin tinggi berarti bahwa kepercayaan teknik dan proses pengembangan biasanya lebih penting ketimbang biaya penerapan teknik ini.
Sebagai akibatnya, sistem kritis biasanya dikembangan dengan menggunakan teknik yang telah dicoba dengan baik dan bukan teknik baru yang belum mengalami pengalaman praktis yang ekstensif. Sebagai contoh, baru-baru ini teknik berorientasi objek telah dipakai untuk pengembangan sistem kritis dan banyak proyek pengembangan sistem kritis masih berdasarkan perancangan berorientasi objek.
Namun demikian, teknik rekayasa perangkat lunak yang biasanya tidak efektif dalam hal biaya mungkin saja digunakan dalam pengembangan sistem kritis; sebagai contoh, penggunaan spesifikasi formal dan verifikasi formal sebuah program terhadap spesifikasi program. Satu alasan mengapa cara ini digunakan adalah karena cara verfikasi dan validasi biasanya sangan tinggi dan bisa mencapai lebih dari 50 persen biaya pengembangan sistem total.
Komponen Sistem yang Rentan Terhadap Kegagalan
- Perangkat keras sistem yang mungkin gagal karena kesalahan dalam perancangannya, karena komponen mengalami kerusakan akibat kesalahan manufaktur, atau karena komponen perangkat keras telah mencapai akhir dari masa pakai;
- Perangkat lunak sistem yang mungkin gagal karena kesalahan delam perincian, perancangan, atau implementasinya;
- Operator sistem yang mungkin gagal menjalankan sistem dengan benar
Referensi: Critical system – Wikipedia
Baca juga:
Menurut Hutahaean (2015), sistem itu dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik, yaitu sebagai berikut:
- Komponen: Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi dan berarti saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
- Batasan Sistem (Boundary): Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
- Lingkungan Luar Sistem (Environment): Lingkungan luar sistem adalah diluar batas dari sistem yang yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus dijaga dan yang merugikan pun harus tetap dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
- Penghubung Sistem (Interface): Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu Penghubung subsistemn dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) darí subsistem akan menjadí masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.
- Masukan Sistem (lnput): Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
- Keluaran Sistem (Output): Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh, komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
- Pengolah Sistem: Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
- Sasaran Sistem :Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.