September 14, 2022
Tak bisa dimungkiri, kebutuhan akan data scientist memang sedang membeludak di era yang sangat modern saat ini. Bahkan keberadaannya seakan-akan sudah menjadi hal yang wajib bagi setiap perusahaan yang khususnya bergerak di bidang teknologi. Lalu apa tugas data scientist itu?
Dikutip dari quipper, Data scientist bertugas menganalisis berbagai macam data dalam jumlah besar (big data) yang terakumulasi di perusahaan. Profesi ini mengandalkan kemampuan analisis data seperti menggabungkan data dari berbagai sumber dan memastikan konsistensi dataset (data preparation), memilih faktor atau algoritma yang mempengaruhi hasil prediksi (data exploration), serta membuat infografis untuk memudahkan para pengambil keputusan dalam memahami data (data visualisation). Selain itu, seorang data scientist harus punya keterampilan untuk mencari tahu informasi yang berguna untuk pengembangan bisnis dengan memanfaatkan metode statistik.
Tentu saja, dikarenakan demand pekerjaan ini tinggi, supply-nya pun menjadi rendah. Namun, hal itu tak serta merta menjadikan pekerjaan ini mudah digapai. Selain harus memiliki segudang hard skills seperti pemahaman yang expert dalam matematika, statistika, manajemen, dan pemrograman; seorang data scientist juga harus memiliki soft skills yang mumpuni pula. Nah, berikut ini adalah 6 soft skills yang wajib dimiliki oleh data scientist.
Manusia itu makhluk sosial, sudah pasti, data scientist pun begitu. Ada kalanya seorang scinetist dituntut untuk menjelaskan hasil analisisnya kepada orang-orang nonteknis, sudah sepantasnya scientist yang mumpuni mampu menangani tantangan tersebut dengan mudah. Komunikasi itu penting karena tanpa adanya penyampaian yang baik, analisis tajam juga akan berakhir sia-sia pun pekerjaan yang digarap dengan sepenuh hati malahan akan dianggap sebagai penyembunyian gaji buta.
Masih berkaitan dengan skill komunikasi, kecakapan dalam storytelling atau bercerita juga amat dibutuhkan. Hal ini sangat didukung dengan fakta bahwa seorang scientist tak hanya duduk di depan komputer saja, mereka melakukan presentasi, membuat visualisasi data supaya mudah dipahami, serta menjelaskan langkah strategis apa yang harus diambil oleh perusahaan.
Manusia itu makhluk sosial. Lagi? Ya, dan akan selalu begitu sampai dunia ini berakhir. Scientist pula bukanlah seorang solo player. Tentu sebagian besar dari mereka bekerja dalam tim, entah itu yang hanya berisikan para scientist ataupun dengan departemen lain. Jadi, scientist harus bisa bekerja sama dalam tim, menanggapi masukan dan menyampaikan usulan, serta saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang ingin diraih.
Beberapa tugas dari seorang data scientist ialah mengekstrak, memproses, dan menganalisis data. Seorang scientist dituntut untuk mengerjakan beberapa tugas tersebut dengan pendekatan objektif sehingga apa yang mereka kerjakan serta pertanyaan-pertanyaan apa yang mereka kembangkan kelak dapat mendorong perusahaan selangkah lebih maju. Tanpa adanya kemampuan berpikir kritis, scientist tak akan mampu menggambarkan permasalahan ataupun penyelesaian dari data-data yang ada dalam perusahaannya.
Mengapa bisa begini? Mengapa bisa begitu? Kalau mengambil langkah ini apakah akan berdampak pada itu? Pastinya, scientist yang andal memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap fakta dari data-data yang tersedia. Keingintahuan yang tinggi akan membuahkan sebuah jawaban logis terhadap pertanyaan yang bahkan belum ditanyakan.
Data science lahir untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Wajib hukumnya bagi scientist untuk memahami bagaimana bisnis berjalan, apa tujuannya, bagaimana prosesnya, dan apa yang menjadi tuntutan industri. Oleh karena itu, memiliki kepekaan terhadap bisnis yang bersangkutan merupakan hal mutlak dimiliki oleh setiap data scientist.
Referensi: IBM
Baca juga: